Tuesday, February 24, 2015

Versi Istana Datu Luwu terkait Lakipadada di Basse Sangtempe

Versi Istana Datu Luwu terkait Lakipadada di Basse Sangtempe. 



Tahap I. (Generasi ke-3)
Opu Ware Sawerigading menikahi + Lai' Pindakati (P. Paarranan,dikandora. istri pertma sawerigading sebelum we cudai dri cina) Lahir = Jamallomo ke gunung sinaji menikah + Battui pattung dr uluwai batu borrong lahir = Lakipadada. 

Tahap. II
Lakipadada + Anginne babang (anak arung Larompong Luwu, "istri pertama") lahir = 1. To minanga ke tabang. 2. Bulawan busa' ke kanna. 3. To kalando ke pantilang (punya nama lain). 4. La maccella ke sinaji. La maccella beristri + banne marintik (kunyi toraja) lahir = 1. Tau Malotong, 2. Banne macella ke toraja ikut ibunya. Tau Malotong + sarong malebbi (anak to minanga, sepupu 1 kali) lahir = Malebo karurung beristri + bura wai (anak tomakaka walenrange Luwu) lahir = 1. Anak bubun (tinggal di walenrang) 2. Karra Mata ke kanna Raja. 

Tahap III. 
Karra Mata jadi punggawa di istana luwu bersama to tangdigau dri rongkong. (dikenal dgn nama dua panglima kembar, disebut kembar krn mereka berdua kembar ilmu kesaktiaanx). Karra Mata menikah + opu kasembo dg. Bua = 1. Lette Pareppae dg gelar "anak to riajae" , 2. Lima Pareppae. (Mata Karra meninggalkan istana n kembali ke kanna Raja).

Tahap IV. 
Lette Pareppae + kanuku bulawan (tabang) lahir = siman kilo atau Tatti ri a'dok (tang ria'dok, sama saja) dizaman ini nama puang mulai dipke dikanna. Krn PTA dan 7 puang ingin membuat kawasan tangdi payungi luwue. Namun sekitar abad XIV datu sakeare are luwu meminta kembali PTA menjadi panglima di Luwu. PTA tdk menerima dan jga tdk menolak tawaran itu. Krna pesan buyutx MATA KARRA bhwa jabatan itu sda dia serahkan pda to tangdigau dri rongkong (mkax sampai hari ini org rongkong jdi panglima perang di kedatuan Luwu) dia tdk ingin keturunanx mmbuat kecemburuan pda keturunan sahabat kembarx itu. 

Namun PTA tdk ingin berstatus panglima perang tetpi datu slalu memanggilx sebagai Panglima (to papbarani dg. Gelar Tallang mataranna Luwue), PTA merasa jga pux nenek dri luwu mka dia terpanggil sendiri utk terlibat dlm perang mmbantu istana . PTA Ikut dlm perang penaklukan raja Pamona sulteng, menggongga sultra dll, dia disitu memimpin perang. Sehabis dri perang mka PTA kembali ke kanna dikaki gunung sinaji. Mka terjadilah hasutan adu domba dri klangan istna, PTA terbunu ditangan datu luwu. (Mati terhormat, krna badikx sendirk yg dipke tikam atas persetujuanx sendiri) knp ini dilakukan PTA? krn saat itu Datu luwu ingin menghancurkan 7 kapuangan di bastem, krn datu dihasut oleh org dktx, bhwa PTA itu tdk mau mendengar perintah datu & lari ke raja krn akn mau memberontak. Untuk mnghindari perang besar itu mka PTA rela mati demi mengakhiri tuduhan n fitnah tersebut. Namun diakhir2 datu Luwu merasa bersalah atas peristiwa itu. Mka luwu ditimpa musiba (pariama, kemarau panjang)

Tahap .V
PTA meninggalkan keturunan dari istri pertama yakni. PTA + likunna patontongan (balimbing kalua') = 1. Tumbak kadang di kanna raja, 2. To sanggalissaga di tiroan. PTA + To makele (istri kedua) : 1. Lisu Karra ke maindo. 2. To ketora di pantilang. Terus Lisu karra + mendatu lahir = SANGGALANGI'

Jadi cukup jelas sekali rentetan silsilah ini. jga hubungan kekeluargaan dri rumpun B4T60. Walau mmng pnjang & byk SILANG perkawinan kedaerah lain. Tpi ini sy anggap sda konfom. (Sumber : Andi Baso, Humas Istana datu luwu).

Kutipan Comment Tandy Lantu Basri di Bastem Community https://www.facebook.com/groups/107374871541/10153362411741542/?comment_id=10153417360891542&notif_t=group_comment_reply Dan terkonfirmasi ke Andi Baso (Rumpun istana datu Luwu).

Arti Dan Asal Usul Nama Kecamatan Sanggalangi

ARTI DAN ASAL USUL NAMA SANGGALANGI’ 

Nama Sanggalangi memiliki arti berdasarkan 2 versi yang berkembang dalam masyarakat yakni secara linguistik geografis dan linguistik historis. Kecamatan Sanggalangi di bentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 03 Tahun 2005.

Secara linguistik geografis
Secara gografis merupakan nama gunung dalam deretan Buntu Rangri yang salah satunya dinamai Sanggalangi. Adapun deretan Buntu Rangri sebagai berikut :
a. Paling utara dinamai Malenong
b. Rante Aa'
c. Eran Batu
d. Sanggalangi’
e. Antara Eran Batu dan Sanggalangi disebut Basu’ Baine
f. Paling selatan dinamai Tampang Allo
Sejarah nama :
Dipakainya nama Sanggalangi pada saat pembentukan kecamatan dari distrik, yang tadinya distrik Kesu’ dijadikan 1 (satu) wilayah kecamatan maka nama Sanggalangi dipilih oleh tokoh masyarakat pada waktu itu adalah Ne’ Tambing dari Madandan dan Ne’ Reba dari Kesu’ yang dominan menentukan dengan alasan bahwa nama gunung ini dapat dilihat dari seluruh wilayah teritorium kecamatan, antara lain Nanggala, Tondon, Sangla’boran, Madandan dan Nonongan, Buntao, Bokin dan Pitung Penanian.

Secara linguistik historis
Adalah nama orang Sanggalangi adalah seorang pahlawan pada masanya yang sempat membela Datu (Raja) Luwu dalam pertikaian dengan Kerajaan Bone. Lalu sebagai tanda terima kasih, Datu Luwu kepada Sanggalangi mengadakan perjanji dengan nama Basse Sangtempe. Wilayah ini sering pula disebut Nasipi’ Batu Batoa, artinya ia terletak antara dua batu (kekuatan) yaitu Luwu dan Matari’ Allo (Toraja). Tanah adalah Luwu tetapi orangnya dari Matari’ Allo (Toraja).
Pada masa bergejolaknya DI/TII di Sulsel, daerah ini merupakan basisnya gerombolan, pahlawan rakyat bersenjata yang dikoordinir dengan Kamban Rantetandung yang merupakan perpanjangan tangan TNI, pada masanya dapat menumpas gerombolan DI/TII disekitar daerah Pantilang/Basse Sangtempe. Akibat dari peristiwa itu, nama ini dipilih untuk nama Kecamatan.
Sejarah nama :
Nama ini dipilih untuk kecamatan pada saat perubahan nama distrik menjadi kecamatan oleh Kamban Rantetandung yang ditunjuk sebagai camat yang pertama menggantikan S.B. Sarungallo sebagai Parengnge’ Distrik Kesu’ di Tombang Kalua’.
Oleh karena beliau terkenang/terkesan dengan nama Sanggalangi yang mengikat perjanjian atau Basse dengan Datu Luwu pada masanya.
Adapun bunyi Basse adalah sebagai berikut : “Ditananmi Basse Sangtempe, Disanga To Nasipi’ Batu Batoa, Diosokmi Panda Sanguaian, Digente’ To Naparanta’, Tanete Kalando”.

http://kec-sanggalangi.blogspot.com/p/profil.html

Cikal Bakal KABUPATEN TANA TORAJA

Dari Negeri KALINDOBULAANNA LEPONGAN BULAN Lahir Pemimpin yang Bersatu dalam TONGKONAN ADAK yang merupakan Cikal Bakal KABUPATEN TANA TORAJA
Silsilah dimulai dari Tomanurung Puang Tamboro Langi’ inilah yang merupakan Pemimpin petama di Kalindobulanan Lepongan Bulan dan sekaligus merupakan leluhur Para Pemimpin Lepongan Bulan (Tana Toraja) pada khususnya dan Kerajaan Tallu Bocco yang pertama (Toraja,Luwu dan Gowa) pada umumnya
1. Puang Tamboro Langi. Bergelar Puang Tomatasak yang pertama di Kalindobulanan Lepongan Bulan,Kawin dengan Puang Sanda Bilik dari Sungai Sa’dan di Saepa Deata,melahirkan 4 orang Putera
A. Puang Papai Langi’ di Gasing
B. Puang Tumambuli Buntu di Napo
C. Puang Sanda Boro di Batu Borrong(Kaki Gunung Sinaji)
D. Puang Messok di Rano Makale
2. A. Puang Papai Langi’ menggantikan ayahnya sebagaiPuang Tomatasak II,kawin dengan 2 orang Putri,masing-masing bernama:
A.1. Puang Allo anginan,berasal dari air kolam 
di Gasing,melahirkan 4 orang anak
a. Puang Paetong di Otin Mengkendek
b. Puang Toding di Banua lando Makale
c. Puang Landek di Su’pi Sangalla’
d. Puang Panggeso di Tiromanda Makale
A.2. Tumba’ Sarambunna dari keturunan tomakaka di Banua Puan,melahirkan 8 anak :
a. Sarambunna di Tinoring Mengkendek
b.Tomemanuk di Bala Mengkendek
c. La’la di Batu Rondon Mengkendek
d. Samang di Tengan Mengkendek
e. Yarra’ Matua di Palipu’Mengkendek
f. Tintiri Buntu di Sillanan Mengkendek
g. Bangke’ Barani di Botang Makale
h. Bombiri Lemo di Pa’buaran Makale
B. Puang Tumambuli Buntu diangkat sebagai Puang Tomatasak Muda di Kalindobulanan di Ulunna Lepongan Bulan,kawin dengan 2 orang Putri,masing-masing bernama:
B.1. Puang Bo’ngga ri Napo,berasal dari batu di Napo,melahirkan 4 orang anak
a. Puang Saredadi di Karua
b. Puang Emabtu di Sesean
c. Puang Ampang di Sa’dan
d. Puang Lambe’susu di Napo
B.2. Puang Manaek di Nonongan ,melahirkan 9 anak :
a. Puang Palaga di tarongko Makale
b. Puang Marimbun di Bungin Makale
c. Puang Rambu Langi’ di Pangi Makale
d. Puang Tokondok di Buakayu
e. Puang Tinti di Lambun Tapparan,Salluputti
f. Puang Paladan di Siguntu’Nonongan
g Puang Pata’ba’di Parakan
h.Puang Petimba Bulaan di Kaero
C.Puang Sanda Boro diangkat sebagai Puang Tomatasak Muda di Kalindobulanan di Ingkokna Lepongan Bulan,kawin dengan seorang Putri, bernama
C.1. Puang Bu’tui Pattung,berasal dari Batu Borrong,melahirkan 4 orang anak
a Puang Palandongan di di Marintang
b.Puang Rombe Londong di Tabang
c Puang Mate Malolo (meninggal saat masih gadis)
d Puang Lakipadada Mengembara mencari ilmu untuk hidup abadi sampai akhirnya menikah dengan Putri Gowa yang melahirkan:Puang Patta La Bantan (Toraja
Puang Patta La Bunga (Luwu
Puang Patta LaMerang (Gowa
D. Puang Messok diangkat sebagai Puang Tomatasak Muda di Kalindobulanan Tanganna Lepongan Bulan,kawin dengan seorang Putri, bernama
D.1. Puang Timban,di rano Makale,melahirkan seorang ana
a. Puang Payak Allo bergelar Datu Matampu’,menggantikan Pamannya Puang Papai Langi’, sebagai Puang Tomatasak III di Kalindo Bulanan Lepongan Bulan di Rano
3 Puang Payak Allo sebagai Puang Tomatasak III kawin dengan Puang Tumba’ Paramak dari Makale dan melahirkan seorang Putra bernama Puang Laso’ Paramak Pada masa ini terjadilah Perang Saudara Pertama di Kalindo bulanan Lepongan Bulan,antara Puang Paramak Datu’ Matampu dengan Puang Rambu Langi’ dari Pangi
4. PuangPatta La Bantan anak dari Puang Lakipadada kembali dari Gowa akhirnya dilantik sebagai Puang Tomatasak IV di Kalindo bulanan Lepongan Bulan di Kaero,untuk menenangkan saudara-saudaranya yang berperang di kampung Puang Patta La Bantan inilah yang membangun Kaero sebagai Tongkonan Layuk di Kalindobulanan Lepongan Bulan.Menikah dengan Petimba Bulaan dari Nonongan dan melahirkan putera bernama Puang Timban Boro (Puang Tomtasak V)
5. Puang Timban Boro Menggantikan ayahnya Puang Patta La Bantan sebagai Puang tomatasak V di Kalindo bulanan Kaero,kawin dengan seorang putri bernama Puang Pasuen dari Tondon Makale yang melahirkan Putra bernama Puang Kapu’Boro
6. Puang Kapu’ Boro Menggantikan ayahnya Puang Puang Timban Boro sebagai Puang tomatasak VI di Kalindo bulanan Kaero,kawin dengan seorang putri bernama Puang Dipa’pitu dari Kombong Bura yang melahirkan Putra bernama Puang Tangmarakia
7. Puang Tangmarakia Menggantikan ayahnya Puang Kapu’ Boro sebagai Puang tomatasak VII di Kalindo bulanan Kaero,kawin dengan seorang putri bernama Puang Tumba’paseno Langi dari Buntu Kaero yang melahirkan Putra bernama Puang Paseno langi’
8. Puang Paseno langi’ Menggantikan ayahnya Puang Tangmarakia sebagai Puang tomatasak VIII di Kalindo bulanan Kaero,kawin dengan seorang putri bernama Puang Tumba’ Tangkokean dari Otin Mangkendek yang melahirkan Putra bernama Puang Tanggulungan
9. Puang Tanggulungan Menggantikan ayahnya Paseno langi’ sebagai Puang tomatasak IX di Kalindo bulanan Kaero,kawin dengan seorang putri bernama Puang Tumba’ Riu’ Datu dari Batualu yang melahirkan Putra bernama Puang Sampa Raya
10. Puang Sampa Raya Menggantikan ayahnya Puang Tanggulungan sebagai Puang tomatasak X di Kalindo bulanan Kaero,kawin dengan seorang putri bernama Puang Tumba’Bubun Datu dari Tondon,Makale yang melahirkan Putra bernama Puang Galugu
11. Puang Galugu Menggantikan ayahnya Puang Sampa Raya sebagai Puang tomatasak XI di Kalindo bulanan Kaero,kawin dengan seorang putri bernama Puang Tumba’Lanjang dari Tondon,Makale yang melahirkan 2 orang Putra yaitu:
11.1. Puang Lanjang Dolo kawin dengan Puang Tumba’Kaise’ dari Butualu melahirkan 5 orang anak
11.1.a Puang Bullu Matua
11.1.b Puang Pasolang Boro
11.1.c Puang Tandi
11.1.d Puang Bala Lelen
11.1.e Puang Pagunturan
11.2. Puang Pabuaran Dolo kawin dengan Puang Tumba’Kaise’ dari Butualu melahirkan 5 orang anak
11.2.a Puang Raya Sampin
11.2.b Puang Tampang
11.2.c Puang Tangmarak
12. Puang Pabuaran Dolo Menggantikan ayahnya Puang Galugu sebagai Puang tomatasak XII di Kalindo bulanan Kaero,disini tidak ada catatan mengapa Pengganti Puang Galugu adalah Puang Pabuaran Dolo bukan Anak tertuanya Puang Lanjang Dolo.
13. Puang Raya Sampin Menggantikan ayahnya Puang Pabuaran Dolo sebagai Puang tomatasak XIII di Kalindo bulanan Kaero
Catatan: Pada zaman ini terjadi Perang saudara ke II, antara Puang Raya Sampin dengan Puang Bullu Matua(anak dari Puang Lanjang Dolo)
14. Puang Bullu MatuaDalam perang saudara kedua di Kalindobulanan tsb dimenangkan oleh Puang Bullu Matua dan diangkat menjadiPuang Tomatasak XIV di Kalindobulanan Lepongan Bulan,Kawin dengan Puang Bitti’Langi’ dari Tarongko Makale yang melahirkan tiga orang anak,
Yaitu
14.1. Puang Bitti’LangiKawin dengan Puang Tumba’Pakolean dari Pangi dan melahirkan
14.1.a Puang Tiang Langi’
14.2. Puang KannaKawin dengan Puang Puling dari Otin Mangkendek dan melahirkan
14.2.a Puang Palodan
14.2.b Puang Kombo Langi’
14.3. Puang Makaun Allo (gugur dalam perang saudara)
Setelah ketiga cucu Puang Bullu Matua sudah dewasa,beliau membagi Kerajaan Lepongan Bulan menjadi tiga Kerajaan diatas suatu landasan sumpah yang disebut Basse Tallu Lembangna yaitu Makale.Sangalla’ dan Mengkendek Walaupun ketiga kerajaan ini berkuasa penuh memerintah dan mengatur wilayahnya masing-masing yang disebut
Puang Basse Kakanna Makale,
Puang basse Tanganna Sangalla’
Puang Basse Adinna Mengkendek,
namun demikian secara simbolis masih ada Puang Tomatasak Kalindobulanan Lepongan Bulan yang menurut sejarah selalu dijabat oleh Puang Basse Tanganna Sangalla’ selama 13 periode mulai dari Puang Palodang sampai Puang Laso’Rinding (Puang Sangalla’),salah satu alasannya karena Tongkonan Layuk Kaero yang merupakan Pusat (Keraton/Istana) Lepongan Bulan dibangun oleh Puang Patta La Bantan berada di wilayah Sangalla’Basse
Kakanna Makale 
1. Puang Tiang Langi’ sebagai Puang Basse Kakanna Makale Idengan gelaran Sullena Puang Bullu Matua lan padang ri Makale,solonna Puang Tiang Langi’ te Lipu Basse Kakanna, kawin dengan Puang Kobong Bulaan dari Mangasi Mengkendek,melahirkan seorang putera bernama Puang Todierong
2. Puang Todierong mengganti ayahnya sebagai Puang Basse Kakanna Makale II Menggantikan ayahnya sebagai Puang Basse Kakanna Makale II, kawin dengan Puang Tumba’ Palonga di Tondon Makale,melahirkan seorang putra bernama Puang Palonga’
Catatan:
Pada masa ini dibangun persekutuan antara tiga daerah Kapuangan yakni Puang Todierong dari Makale,Puang Tolayuk dari Baroko dan Puang Tokalu’ dari Enrekang. Basse Persekutuan ini dikenal dalam sejarah dengan ucapan:“Basse sang bembe’manik sangluse’giring-giring”Basse persekutuan persaudaraan antara ketiga daerah Kapuangan ini bertujuan memelihara persatuan dan kesatuan dalam wujud kekeluargaan yang akan nampak terutama dalam Upacara Rambu Solo’ Basse
BERSAMBUNG.........

(Di kutip Dari Tulisan Pak Manukallo)


SEKELUMIT SEJARAH SINGKAT BANUA SENDANA

SEKELUMIT SEJARAH SINGKAT BANUA SENDANA TONGKONAN LAJUK

SEKELUMIT SEJARAH SINGKAT BANUA SENDANA
TONGKONAN LAJUK
DI PANTILANG

I.     Banua Sendana Tongkonan Lajuk dibangun oleh Puang Palalla anak sulung Puang Toketora dari Karatuan bersama Istri nama Kandaro dari Kambuno kira – kira pada abad ke XIII M. Rumah ini didirikan di gunung batu Pantilang terletak di tengah – tengah Kampung berhadapan dengan dua gunung batu lainnya yakni buntu Paniki dan buntu Maindo di seberang sungai Noling. Buntu Pantilang ini luasnya kira – kira + 1 ½ Hektar yang dihuni oleh sejumlah keluarga, dikelilingi perkampungan dan lahan pertanian sawah dan ladang. Daerah ini letaknya sangat strategis sehingga dijadikan benteng pertahanan yang memiliki tiga pintu (Babangan) buatan alam yang sulit sekali dijalani oleh orang yang tidak biasa karena sempitnya jalan masuk. Pada pintu masuk (Babangan) yang berada di Utara dan Selatan dulu dibangun rumah yang namanya Tobonan Doke merupakan gudang penyimpanan kebutuhan pengamanan kampung. Selain itu pada lokasi buntu batu Pantilang ini, terdapat benda – benda objek wisata antara lain manusia batu (Lindo Tau), babi, ayam, kerbau, yang membatu dan lain – lain. Banua Sendana ini ramuan utamanya terambil dari kayu cendana seperti tiang – tiang, garatan dan lain – lain dalam ukuran besar, konon tiangnya dapat dibuat untuk Lesung Tumbuk Padi (Issong Te’dek).
II.    Pada waktu Puang Sanggalangi’ sepupu pertama Puang Palalla mengumumkan terbentuknya Basse Sangtempe pada kira – kira abad ke XIII yang dikemas dalam wilayah
Banua A’pa’ Tongkonan Annan Pulona antara lain :
1.      Banua Sendana Tongkonan Lajuk di Pantilang dengan gelar jabatan Toparengnge’ “Issong Kalua’ “
2.      Banua To’bua di Maindo dengan gelar jabatan Toparengnge’ “La’riri Bassi”
3.      Banua Konglelangi’ di Kanna dengan gelar jabatan Toparengnge “Sembang Kada”
4.      Banua Kaparenggesan Landibolu dengan gelar Toparengnge’ “Balimbing Kalua’ “
Masing – masing Banua membawahi lima belas Kaparengngesan Tondok dan memiliki dua fungsi antara lain ialah Fungsi Kewilayahan dan Kelembagaan adat.
III.    Fungsi Tongkonan dan Toparengnge’ antara lain :
1.      Fungsi Tongkonan
-          Lembaga pemegang otorita (penguasa adat)
-          Lemaga pemersatu rumpun keluarga
-          Lembaga pelayanan umpana’ta’ aluk sola pemali berdasarkan tallu lolona.
-          Lembaga pembangunan karakter sosial kegotong – royongan, sebagai landasan hidup dan kehidupan bersama.
2.      Fungsi Toparengnge’ :
-          Bawa pasang atau (Topadoloan ) pimpinan adat
-          To umpetayanni tondok (umpenandai tondok) unsur pengayoman
-          To ma’pemelo (unssur pendamai)
-          To mangngando (Tomassalu) unsur religi.
Demikian sekelumit sejarah singkat Banua Sendana Tongkonan lajuk khususnya Banua A’pa’ Tongkonan Annan Pulana pada umumnya dan fungsi Tongkonan dan Toparengnge’ penting digali lebih dalam melalui seminar, skripsi/kertas karya ilmiah bagi cendekawan generasi muda Insya Allah.

Pantilang,   Maret 2013


                                                                                  An. Banua Sendana Tongkona Lajuk

                                                                                                        Di Pantilang

Sampa' To Pada Tindo

***Sampa' To Pada Tindo****


1.         Pong Kalua’ (R.Batu)  -->To bendan pakorok londong, Ilan lili’na lepongan bulan,Tonna ditulak buntunna bone, Tonna dilangda’ to sendana bonga
2.         Pong Songgo (Limbu) :   To bendan paloloan, To tunannang pembala’baran (Atau) To tunannang meosik tanda saungan, Ilan tikunna matari’ allo, tonna dilutu Tombang lepongan bulan. Diossa’ balatana tikunna matari’ allo
3.         Ne’ Sanda Kada (Limbu) :    to bendan matimpolok maa’, To tunannang ma’tetuk doti langi’, Tonna diindo’ kapuran pangngan
4.         Ne’ Tikuali (Ba’tan)    :    to unnindo’ kapuran pangngan, To unnambe’ pelambaran bolu, Tonna bendan basse sangsorongan pindan, Tonna tunannang panda sanglentenan tallo’
5.         Tumbang Datu (Bokko) :    To unnimbo karokayu nangka’
6.         Palinggi’ (Labo’) : To unnambe’ pesangle lebani’
7.         Patabang Bunga’ (Tadongkon) : To unnumbu’ pasoan bangi’
8.         Sanggalangi’ (Pantilang) : To umparra pangulu makati’
9.         Kadere’ (Duri) :   To undasi’ pokana lembang, To umpasilasuk le’tona komba bulaan
10.     Amang (Ramanden) :   to untangla’ lemba’ le’to, To unnumpu’ pearra’ ka’tu
11.     Amba Bunga’ (Makale) : To diposulle gayangna tanduk tata’, Todiposolon tarapangna takia’ bassi
12.     Ne’ Malo’ (Tondon)  : To turun sangbala tedong, Mellao sangpangkung karambau
13.     Mendila Kila’ (Rongkong) : To ungkambi’ passaparan padang
14.     To untaranak katonan matakali dao tondon garopokna lepongan bulan
15.     Gandang Langi’ (Mamasa) : To siria katonan padang bendan pekorok londong diong matampu’na lepongan bulan
16.     Arrang Bulaan (Rantebala) :    To umpenandai mata kali, Dio rampe matallona lepongan bulan
17.     Pakabatunna (Sesean) : To maluang sambu’ batu ba’tengna, Unnimbo kapuran pangan, Tonna dipabendan bala’kaan ra’
18.     Kulukulu’ Langi (Palipu’) : to umpabendan suke dibonga, To umpatunannang songkang Dianggilo’ tonna diindo’ Basse sangsorongan pindan
19.     Mendila Lalong (Sa’dan) :   To maluang sambu’ batu batangna, To masinggung karangan pasiruanna, To untaranak kalimbuang boba, Umpanundu’ panambu tang ma’ti
20.     Bara’ padang (gandang batu)    :   To ma’bulo sanglampa, Rokko basse kasalle, Ma’ao’ tangkelesoan rokko panda dipamaroson
21.     Pong Arroan (Sillanan) : To ma’bulo sanglampa, Rokko basse kasalle, Ma’ao’ tangkelesoan rokko panda dipamaroson
22.     Pong Dian / Tinoring : To ma’bulo sanglampa, Rokko basse kasalle, Ma’ao’ tangkelesoan rokko panda dipamaroson
23.     Pong Barani / Marinding : Todi parande duanna basse adinna
24.     Tobo’ / Tampo : Todi po bara’ baraninna basse adinna
25.     Pong Turo / Baturondon : To ma’bulo sanglampa rokko basse kasalle
26.     Puang Balu / Tangti : Balo’ mangarranna tananan dama’
27.     Pula’ / Tengan : Toma’ bulo sanglampa, toma’ ao’ tangkelesoan untulak basse kasalle
28.     Sarangnga’ / Lemo Mengkendek : Toma’ bulo sanglampa, toma’ ao’ tangkelesoan untulak basse kasalle
29.     Tanduk Pirri’ / Ala’ : To di polondong saunganna kadatuan
30.     Arring / Mandetek ; To umpabendan to sisulu basse, umpatunannang to sisolon sisariri, tonna ditulak buntunna Bone
31.     Lunte / Mariali : Toma’ bulo sanglampa, toma’ ao’ tangkelesoan untulak basse kasalle
32.     Rere’ / Lion : Toma’ bulo sanglampa, toma’ ao’ tangkelesoan untulak basse kasalle
33.     Baan Langi’ / lapandan : Toma’ bulo sanglampa, toma’ ao’ tangkelesoan untulak basse kasalle
34.     Saarongre / Tondok Iring : Toma’ bulo sanglampa, toma’ ao’ tangkelesoan untulak basse kasalle
35.     Marimbun / Bungin : Toma’ bulo sanglampa, toma’ ao’ tangkelesoan untulak basse kasalle
36.     Panggeso / Tiromanda : Toma’ bulo sanglampa, toma’ ao’ tangkelesoan untulak basse kasalle
37.     Sando Pasiu’ / Pasang : Toma’ bulo sanglampa, toma’ ao’ tangkelesoan untulak basse kasalle
38.     To Landa’ / Santung : to ma’bulo lollong, to ma’ tallang tang ke lesoan, untulak basse kasalle
39.     Bangke Barani / Manggau : to ma’bulo lollong, to ma’ tallang tang ke lesoan, untulak basse kasalle
40.     Parondonan / Ariang : to ma’bulo lollong, to ma’ tallang tang ke lesoan, untulak basse kasalle
41.     Sundallak / Burake : to ma’bulo lollong, to ma’ tallang tang ke lesoan, untulak basse kasalle
42.     Panggalo / Lemo : to ma’bulo lollong, to ma’ tallang tang ke lesoan, untulak basse kasalle
43.     Sa’bu’ Lompo / Bonoran : to umpamarongka basse kasalle
44.     Pirade / Tonga : to umpamarongka basse kasalle
45.     Patasik / Pao : to umpamarongka basse kasalle
46.     Poppata’ / Nanggala : to umpamarongka basse kasalle
47.     Patora Langi’ / Langda : to umpamarongka basse kasalle
48.     Ne’ Patana’ / Kanuruan : to umpamarongka basse kasalle
49.     Bannelangi’ / Kadundung : to umpamarongka basse kasalle
50.     Tibak Langi’ / Saloso : to umpamarongka basse kasalle
51.     Ne’ Kalelean / Rorre : to umpamarongka basse kasalle
52.     Banggai / salusopai : To ussuru’ kanan kairinna pokki’, ussara’ka’ tingayo boko’na tang mendelo2
53.     Pokkodo / Tagari Sa’dan : to sangbasse nene’ta, to sangkapala panda kapuanganta, untulak buntunna Bone
54.     Palotongan / Malakiri : to sangbasse nene’ta, to sangkapala panda kapuanganta, untulak buntunna Bone
55.     Pangarungan / tallung lipu : Pande paliukna bala’kaan ra’, kaissananna tananan dama’
56.     Taruk allo / T.lipu : Pande paliukna bala’kaan ra’, kaissananna tananan dama’
57.     Tengko Asik / Barana’ : Pande paliukna bala’kaan ra’, kaissananna tananan dama’
58.     Pong padondan / Tikala : Pande paliukna bala’kaan ra’, kaissananna tananan dama’
59.     Lotong Tara / Bori’ : Pande paliukna bala’kaan ra’, kaissananna tananan dama’
60.     Allopaa / Kayurame : Pande paliukna bala’kaan ra’, kaissananna tananan dama’
61.     Bangkele Kila’ / Akung :  todi sakka pa’taunanna, untandai allo rongko’ dipabendanni tananan dama’, unnissan lingkana bulan, untuntun pa’taunan
62.     Ne’ Darre / Makki :  to la pakorok londong dio passapan padang, umpenandai mata kali
63.     Ne’ Mese’ / Baruppu’ : to umpenandai pangala’ tamman, to umpanundu’ kurra manapa’, unnala ipo lite, kayu tang dampianna
64.     Sarungngu’ / pangala’ :  to manoka di tiro rokko, unniling dimanta lusolo’ lako to palutu tombang, to paossa’ balatana
65.     Banggai Napo / Napo : To untulak tengko situru’, ullangda’ batakan siolanan
66.     Usuk Sangbamban / To’ Tallang : To untulak tengko situru’, ullangda’ batakan siolanan
67.     Ambe’ Bando’ / awan : To untulak tengko situru’, ullangda’ batakan siolanan
68.     Ledong / Bittuang : To untulak tengko situru’, ullangda’ batakan siolanan
69.     Pong Rammang / Piongan : To untulak tengko situru’, ullangda’ batakan siolanan
70.     Tandirilambun / Tapparan : To untulak tengko situru’, ullangda’ batakan siolanan
71.     Batotoi Langi’ / Saa’ Tandung : To untulak tengko situru’, ullangda’ batakan siolanan
72.     Tandirerung / Ulusalu : kurungan kalle-kalleaanna padang di Pattan, tangkoan la’te lambunna ma’dika matasak
73.     Pong Manapa’ / Se’seng : to membatu ate pokki’na, metaronggo malia’ pai’ tang mendelo2na
74.     Pappang / Palesan : to ma’ bulo sanglampa rokko kada situru’, ma’ ao’ tang kelesoan rokko bisara misa’ bunganna
75.     Batara Bau / bau : to ma’ bulo sanglampa rokko kada situru’, ma’ ao’ tang kelesoan rokko bisara misa’ bunganna
76.     Pong bakkula’ / redak : to ma’ bulo sanglampa rokko kada situru’, ma’ ao’ tang kelesoan rokko bisara misa’ bunganna
77.     Tangdierong / Baroko : to ma’ bulo sanglampa rokko kada situru’, ma’ ao’ tang kelesoan rokko bisara misa’ bunganna
78.     To Layuk / Simbuang : to ma’ bulo sanglampa rokko kada situru’, ma’ ao’ tang kelesoan rokko bisara misa’ bunganna
79.     To Kondo’ / Buakayu : to ma’ bulo sanglampa rokko kada situru’, ma’ ao’ tang kelesoan rokko bisara misa’ bunganna
80.     Banggai Rano / Balepe’ : to ma’ bulo sanglampa rokko kada situru’, ma’ ao’ tang kelesoan rokko bisara misa’ bunganna
81.     Patittingan / Talion : to ma’ bulo sanglampa rokko kada situru’, ma’ ao’ tang kelesoan rokko bisara misa’ bunganna
82.     Sodang / Buakayu : to umpamatua induk basse kasalle
83.     Lapatau / Tombang : to umpamatua induk basse kasalle
84.     Sege’ / endekan : to unnia’ tanete lumembang, to ussuka’ sukaranni bottona palo2
85.     Poni Padang / Simbuang : to pakorok londongna matampu’, meosik tanda saunganna kalambunan
86.     Balluku’ / Mamasa : to pakorok londongna matampu’, meosik tanda saunganna kalambunan
87.     Marrang Bulaan / mamasa : to pakorok londongna matampu’, meosik tanda saunganna kalambunan
88.     Paressean / Karre : to di porinding penaanna rampe matallo, dipopekulambu ba’tengna to kakendekan kulla’
89.     Sangga Matua / Bokin : to sangbasse nene’ diponene’, sangkada panda to dolo kapuanganta
90.     Pagunturan / Bebo’ : to dipotalinga rara’na bala’kaan ra’, dipomata bulaanna tananan dama’
91.     Ne’ Lello / Leatung : to untoe manda’ basse, umpatulangdanni panda dipamaroson
92.     Lando aak / Boto’ : todi lando lalanni tonna di tanan pasa’ bongi, todilangka pa’taunanni tonna dipatunannang tammuan di pamalillin
93.     Batara Langi’ / Boto’ : todi lando lalanni tonna di tanan pasa’ bongi, todilangka pa’taunanni tonna dipatunannang tammuan di pamalillin
94.     Kondo Patalo / Lampio : to ma’ bulo sanglampa rokko basse kasalle dst
95.     Pagonggang / Batualu : to ma’ bulo sanglampa rokko basse kasalle dst
96.     Patobok / Tokesan : to ma’ bulo sanglampa rokko basse kasalle dst
97.     Tomorere’ / Gantaran : to ma’ bulo sanglampa rokko basse kasalle dst
98.     To Gandang / Sarapung : to ma’ bulo sanglampa rokko basse kasalle dst
99.     Salle Karurung / Paniki Buntao’ : to urra’ta’ balayan sialikna, to untina’ tualle samaranna
100.  Barumbun / Buntao’ :  to unnindo’ lumbangan, to unnambe’ pa’panannangan
101.  Takia’ Bassi / Angin2 : to dipolondong kila’na bala’kaan ra’, dipotangkoan la’te lambunna tananan dama’
102.  Songgi Patalo / Lemo : to dipotanduk tata’na pa’ealian
103.  Karasiak / Madandan : to umpabendan suke di bonga tonna dipamatua induk basse kasalle, to umpatunannang songkang di anggilo tonna dipabanu’ karurungan panda dipamaroson
104.  To Kalu’ / endekan : to unnia’ ulu buntunna bone, to ussuka’ palo2 to sendana bonga